Social Icons

Pages

Sunday, 15 December 2013

Pelajaran Berharga

Diawali dengan bismillah, menjajakan bunga di sebuah acara kampus pun dimulai. Terperangah saat melihat begitu banyaknya penjual bunga yang serupa, pemandangan yang sejenak menurunkan mental.Tak menyangka mereka sudah seperti jamur yang tumbuh subur di daerah yang lembab. Akan tetapi keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu ada untuk hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menyalakan kembali semangat itu.

Satu jam, dua jam, belum satu pun bunga- bunga itu berkurang dari genggaman.Sementara haus dan lelah mulai melanda.Untung saja bekal air mineral itu selalu setia di dalam tas dan siap kapan saja menghapus dahaga. Pandangan pun mengarah ke sekeliling, melihat mereka yang sama- sama berusaha menjajakan dagangannya. Sekilas nampak raut wajah kelelahan dari mereka, butiran- butiran keringat pun mulai membasahi kulit karena cukup teriknya matahari di pagi menjelang siang itu, akan tetapi perputaran mereka tak jua berhenti. Penolakan demi penolakan mereka hadapi, tak jauh berbeda denganku,karena hari itu memang sepi pengunjung,tak seperti biasanya, begitu tutur seorang penjual minuman. Beruntung, penolakan itu dilakukan secara halus. Kultur budaya jawa seakan telah membius setiap orang untuk berperilaku sopan dan tak melukai hati siapa pun. Begitu pun keramahan pedagang tak pernah sekali pun tak kulihat dari mereka. Begitu sopannya mereka menjajakan dagangannya. Senyum pun selalu mereka sunggingkan dengan ramahnya. Benar adanya slogan 4S yang nota bene menjadi kunci kesuksesan, "Senyum, Sapa, Salam, Sopan”.

Hal yang sama pun diterapkan. Alhasil, meski tak mudah mendapatkan pembeli tapi setidaknya bisa mendapatkan respon yang baik dari mereka. Ajakan untuk foto bersama, mendengarkan kisah para ibu tentang putra- putrinya, atau justru menjawab pertanyaan- pertanyaan mereka tentang pribadiku menjadi pengobat lelah saat itu.

Diantara kesibukan menjajakan bunga, kusempatkan berbincang dengan seorang bapak paruh baya yang sejak tadi berdiri disamping sepeda tua dengan box es krim nya menanti pembeli yang tak kunjung datang. Nampak jelas box es krim itu masih penuh, susunannya belum berubah sejak semula menandakan belum satu pun es krim yang terjual, mungkin juga sudah ada yang laku, tapi baru satu atau dua potong saja. Aku pun memberanikan bertanya, “bagaimana dagangan hari ini pak?”. Jawaban beliau "Alhamdulillah nak, rezeki dari Allah berapa pun harus disyukuri", spontan membuatku kagum kepada beliau.

Allah memerintahkan umat manusia untuk senantiasa bersyukur kepada- Nya. Di dalam Al Qur’an dinyatakan : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152).

Syukur terkadang hanya diinterpretasikan sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah saat kita mendapatkan kenikmatan. Bersyukur dalam keadaan susah seperti itu tak banyak yang bias melakukannya dan tentu saja bapak itu beruntung menjadi salah satunya.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).

Sejenak aku pun menghentikan langkah kaki menawarkan dagangan, sekedar mengelap keringat dan berteduh dari panasnya matahari. Lagi- lagi disamping bapak penjual es krim tadi, sayang aku lupa menanyakan siapa namanya. Pohon rindang yang menaungi lokasi sekitar dimana bapak itu menunggu para pembelinya seakan menjadi magnet yang menarikku kembali untuk berhenti disana. Lagi- lagi aku kagum dengan beliau, tiba- tiba menawarkan es krim secara cuma- cuma untukku. Seolah paham dengan keenggananku menerimanya, beliau pun berkata "Sedekah tidak akan menjadikan milik kita berkurang, justru Allah akan melipatgandakannya". kata beliau.

Benar kata beliau. Sedekah tidak saja membuka pintu rezeki/ tetapi juga melipatgandakan rezeki yang ada pada kita.

“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir, seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah 2:261).

Subhanallah...

Sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga kudapatkan hari ini.

Monday, 9 December 2013

Tak ada yang merasa "paling"

Merasakan kembali kehidupan di kota pelajar adalah suatu anugerah yang tak terkira. Menuntut ilmu menjadi tak lagi sekedar duduk di bangku kuliah, tak lagi sekedar berkomplot dengan buku- buku di perpustakaan, Real Analysis, Advanced Linear Algebra, A Friendly Introduction of Numerical Analysis adalah bagian dalam episode pertama yang harus kuselesaikan untuk merampungkan proyek kecil kehidupanku di kota ini. Lebih dari pada itu,menuntut ilmu menjadi sebuah proses belajar yang unik dan mengasyikkan. Belajar membangun hubungan social dengan banyak orang dari berbagai suku dengan beragam karakter, life style, dan prinsip hidup yang berbeda.

Diantara perbedaan- perbedaan itu, ada satu hal yang menarik perhatianku, yaitu kesamaan habbit sebagian besar mereka. Rutinitas melaksanakan sholat berjamaah, sholat sunah, dan puasa senin kamis ternyata hamper dimiliki oleh sebagian besar mereka,khususnya mahasiswa. Sebagian karena memang sudah menjadi kebiasaan sejak sebelum menyandang status sebagai mahasiswa, sebagian merupakan akibat dari energy positif yang ditularkan oleh sebagian kepada sebahagian lainnya. Harus diakui bahwa kampus ini dipenuhi dengan energy positif yang terpendar dari setiap elemennya, dosen dan tentu saja mahasiswa. Yang tak pernah menjadi pernah,yang malas menjadi rajin dan yang rajin menjadi semakin rajin. Disini, keangkuhan dan kesombongan tak diizinkan beroperasi. Tak ada yang merasa paling hebat, tak ada yang merasa paling pintar, sekalipun sebenarnya diantara mereka tergolong sebagai anak-anak superior yang pernah menyandang gelar juara olimpiade matematika tingkat internasional.Kerendahan hati untuk mengakui bahwa ternyata diri ini tak tahu dan belum bisa apa- apa memotivasi setiap diri untuk menjadi tahu dan menjadi bisa apa- apa. Atmosfer kampus dengan nuansa islami benar- benar terasa disini.
Semoga tetap istiqomah melakukan kebaikan dalam hidup dimasa sekarang dan mendatang.

Friday, 9 July 2010

My Self

Semester kedua ku di sebuah kampus biru, ternyata sudah cukup banyak memberiku pengalaman berharga.
Sebagai seorang pengajar,aku harus mampu menunjukkan eksistensiku serta kompetensiku di bidang yang geluti selama ini.
Matematika,sepatah kata itu menjadi dekat denganku...dan aku pun ingin semakin dekat dengannya.

Menjadi salah satu anggota dalam tim jurnal ilmiah memunculkan inspirasiku kembali, keinginan untuk membuat lagi sebuah karya ilmiah (selain skripsi semasa kuliah)terus menggugah hati. Meski inspirasi untuk sebuah judul tak jua kunjung hadir dalam pikiranku.

Kesibukanku saat ini masih sangat menyita waktuku, namun semua itu mengingatkanku pada masa-masa kuliah dahulu, belajar, berorganisasi dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dari berbagai hal yang ku alami maupun yang orang lain alami.Kesempatan untuk maju tentu harus disikapi dengan baik dan menjadi motivasi diri.Menjadi diri sendiri, itulah yang selalu kutanamkan pada diriku... Aku sadar dengan segala kekuranganku, tapi aku juga yakin bahwa setiap manusia diciptakan dengan "KESEIMBANGAN" di dalamnya. Bila ada kkurangan, maka manusia juga pasti diberikan kelebihan. Kelebihan itu bukan untuk menjadikan kita sombong atau takabur, tetapi lebih kepada kemajuan diri yang bernilai manfaat bagi orang lain.Karna sesungguhnya Kesuksesan sseorang adalah kesuksesannya untuk membuat orang lain sukses.

Know yourself,kenali diri adalah sangat penting untuk langkah kita ke depan. Menginventarisir segala potensi yang kita miliki untuk menyusun langkah strategis demi cita yang ingin diraih...menginvetarisir segala kekurangan, untuk meminimalisir kesalahan yang dilakukan.

Give yourself, sesungguhnya kita ini adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Maka serahkanlah diri kita kepada-Nya sepenuhnya. Sehingga kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur, yang tidak mengeluh dengan ujian-Nya melalui kekurangan kita. Tidak menjadi sombong, dan tidak pula menjadi rendah diri.

Be yourself,adalah wajib bagi kita untuk menjadi diri sendiri.Tidak akan pernah sukses seseorang yang menjadi diri orang lain. Lakukan yang terbaik sesuai dengan standar kesuksesan yang telah kita ciptakan masing-masing.


Aku hanya ingin menjadi diri sendiri. Inilah diriku, yang tidak sempurna layaknya manusia lainnya. Tapi aku masih bisa dan akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik, sehingga hidupku menjadi bermanfaat dan diridloi oleh-Nya.

DO THE BEST,
INSPIRING OTHERS...

Tuesday, 1 June 2010

Buka lagi...update lagi...

Hampir satu setengah tahun lamanya aku tak pernah membuka blog ku ini...apalagi menorehkan buah pikiranku, angan-anganku dan semua yang tak terungkap...

Tak terasa, ini adalah semester kedua ku sebagai pengajar di sebuah sekolah tinggi dan universitas Islam di palangkaraya.

Sungguh sangat menantang...mental, otak dan ide kreatif ku diuji...
Apalagi menghadapi mahasiswa yang bandel dan malasnya luar biasa.
Tingkah mereka bermacam-macam...kadang menjengkelkan tapi tak jarang pula membuatku bisa tersenyum dan tertawa...

Aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk mereka..

Friday, 13 February 2009

Wisuda euyy...

Alhamdulillah...
akhirnya aku wisuda euyy...
Tanggal 28 dan 29 Januari yang lalu aku resmi menjadi sarjana sains. Sekarang aku tinggal mengatur langkah berikutnya untuk meraih cita dan cintaku.Kursus ke Pare pun tertunda karena harus pulang ke kalimantan, mungkin ini yang terbaik untukku meski harus jauh dari sahabat2ku dan teman-teman seperjuangan, tapi aku yakin aku akan kembali membawa serta cita dan cintaku.
I'll miss u all...

Monday, 29 December 2008

LULUS....

Alhamdulillahirobbil’alamin
Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam
Saat yang dinanti akhirnya tlah tiba dan tlah terlewati. Kamis, 18 Desember 2008 pukul 14.25 WIB aku dinyatakan LULUS. Subhanallah...aku merasa Allah benar-benar memberiku kemudahan dalam sidangku. Setiap pertanyaan yang diajukan dosen-dosen penguji bisa kujawab dengan mantap dan penuh percaya diri. Doa-doa yang dipanjatkan dan semangat yang ditorehkan oleh ayah, ibu, kakak dan adik tercinta serta sahabat-sahabatku telah menjadi kekuatan yang luar biasa bagiku hingga aku mampu melewati semuanya dengan baik. Satu jam aku disidang telah membuatku setengah tak percaya bahwa aku sudah mengakhiri empat tahun kuliahku di UNDIP. Waktu yang begitu singkat ini rasanya tak sebanding dengan ”dag-dig-dug-derr” yang kualami selama seminggu masa penantian menjelang sidang.
Aku merasa cukup puas dan bangga dengan hasil jerih payahku sendiri, meski tak lepas dari kekurangan yang masih perlu diperbaiki ke depannya. Semoga ini menjadi langkah awal yang bagus bagiku untuk menggapai mimpiku menjadi seorang ILMUWAN. Amin...

Thanks for Allah
Thanks for all...

Saturday, 18 October 2008

Doa Rafly (ACEH), My Inspiration

Tuhan…
Apapun karunia-Mu untukku di dunia
Hibahkan pada-Mu sungguh-sungguh
Dan apapun karunia-Mu untukku di akhirat
Persembahkan pada sahabat-sahabat-Mu
Oh..bagiku cukuplah Engkau

Bila sujudku pada-Mu karena takut neraka
Bakar aku dengan apinya
Bila sujudku pada-Mu karena damba surga-Mu
Tutup untukku surga itu
Namun bila sujudku demi Kau semata
Jangan palingkan wajah-Mu
Aku rindu menatap keindahan-Mu



Subhanallah...
Doa dari seorang Rafly,
Hamba Allah yang teramat sangat mencintai-Nya dan mendamba bertemu dengan-Nya
Ketulusannya mencintai Sang Khalik
Begitu mempesona jiwa-jiwa yang merindukan-Nya

Manusia diciptakan tidak lain adalah untuk bersujud dan beribadah kepada-Nya
Kepada Allah SWT yang telah menciptakan jagad raya dan seisinya
Dengan segala kehendak dan kuasa-Nya Dia jadikan sesuatu
Begitu sempurna tiada cela
Tiada kesulitan sedikitpun bagi-Nya untuk mengadakan sesuatu
Allah berikan kasih sayang-Nya,
Allah turunkan rahmat-Nya kepada sekalian umat manusia
Allah tak pernah tidur, Dia selalu menjaga umat-Nya
Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita
Meski terkadang menurut kita tidaklah baik apa yang Allah berikan kepada kita
Padahal Allah Maha Mengetahui

Allah tak henti-hentinya melimpahkan karunia-Nya kepada kita
Nikmat sehat, rizki yang mencukupi dan kedudukan yang terhormat
Meski tak secara langsung Allah berikan semua itu
Karena Allah tahu apa yang kita dibutuhkan
Allah tidak ingin menjadikan kita lemah dengan pemberian-Nya
Allah ingin hamba-Nya menjadi kuat dan tegar, tangguh...
Meski badai menghadang dan memporak-porandakan kehidupan kita
Allah ingin kita tetap bisa berdiri
Dengan tumpuan yang kuat, pondasi yang kokoh dan pandangan yang luas
Sehingga kita mampu mengambil kebaikan dari setiap pemberian-Nya
Maka Allah Maha Tahu
Allah berikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan
Maka nikmat yang mana lagi yang kita ingkari???

Berbahagialah kita sebagai manusia
Sebagai hamba Allah
Raihlah cinta-Nya
Gapailah ridho-Nya
Kita hidup demi ridho Allah
Bila perjalanan panjang menuju kehidupan abadi selalu dalam naungan cinta dan ridho-Nya
Maka apa lagi yang kita resahkan???
Cukuplah Allah sebagai pelindung kita
Cukuplah Allah yang menjadi tujuan kita
Cukuplah Allah sebagai penolong kita

Kami sayang kepada-Mu Ya Allah...
Kami rindu kepada-Mu Ya Allah...

Lebaranku Indah...

Lebaran kali ini menjadi momen yang sangat spesial untukku. Lima pandawa mudik ke kalimantan.Kami beraya bersama secara lengkap dan utuh. Tidak hanya ayah, ibu,dan sembilan bersaudara saja tetapi lebih dari itu. Kami sudah punya anggota keluarga baru. Tentu saja kakak iparku dan calon keponakan yang masih di dalam kandungan.

Sungguh luar biasa rahmat yang Allah berikan kepada kami.Allah memberikan segala kemudahan dan kelancaran selama perjalanan kami. Tak pernah terbayangkan sebelumnya olehku. Mudik beramai-ramai, naik pesawat pula.
Subhanallah...

Tiga minggu kami merasakan kebersamaan ini. Banyak cerita yang tertulis di dalam kertas hati kami. Cerita-cerita seru dan teramat menyenangkan yang tak mungkin terlupakan. Canda tawa bahkan tangis haru mewarnai kebersamaan kami. Kerinduan yang teramat mendalam kini terobati sudah. Ini adalah kali kedua kami merayakan idul fitri dengan anggota keluarga yang lengkap.

Lebaran ini aku mendapatkan dan melakukan hal-hal yang baru yang belum pernah kami alami sebelumnya. Perjalananku yang cukup panjang dimulai dari Semarang, Jogja, Surabaya, Banjarmasin hingga akhirnya sampai di Palangkaraya. Petualangan belum berakhir sampai disitu, tiba saatnya kami kembali ke pulau Jawa maka mulailah kami meninggalkan Palangkaraya menuju Jakarta, Kebumen dan kembalilah lagi ke Semarang.
Keberangkatan kami kembali ke pulau jawa pun diwarnai dengan tangis haru antara ibu dan putra-putrinya. Sungguh aku sangat terharu... Masih terbayang di benakku wajah ibu, ayah, kakak dan adik-adikku tercinta. Ingin sekali rasanya aku kembali kesana, mengulang kembali masa-masa indah bersama keluarga besarku tercinta.Doaku slalu untuk mereka, my lovely family

Saturday, 20 September 2008

TA...oh TA...

Aku menangis…
Aku tidak tahu lagi harus bagaimana
Aku tidak tahu harus bertanya pada siapa
Karena belum kutemukan siapakah ia yang mampu menjawab pertanyaanku

Aku ingin berteriak
Sekeras-kerasnya....
Sekencang-kencangnya...
Biar semua orang tahu...
Biar mereka mau membantuku...dan
Biar segera kutemukan jawabnya

Ahh...
Sungguh TA membuat kepalaku benar-benar pusing
Sudah berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan
Aku jungkir balik untuk mengerjakannya
Kamarku bahkan tak pernah terurus dan tertata rapi bahkan walau hanya sekejap
Aku abaikan kebutuhan pribadiku...
Salah satu kegemaran ku untuk makan pun bahkan terlupakan
Pikiranku hanya tertuju pada TA dan TA

Tapi ...
aku tak pernah lupa pada Tuhan
Aku tak boleh lupa pada-Nya
Aku yakin Dia selalu bersama-ku
Dia lah penyemangatku
Dia lah tujuan hidupku
Semoga Allah mempermudah segala urusanku

Friday, 19 September 2008

mudik asyik...

Uhh…
Senangnya…
Minggu depan Insya Allah aku, dua orang adikku dan dua kakak laki-lakiku
Bakal mudik….
Pulang Kampuang….
Rasanya sudah tak sabar menanti datangnya saat-saat bahagia
Beraya bersama keluarga besar ku tercinta
Di Kalimantan tentunya
Semoga kepulanganku ini
bisa me-refresh pikiranku
Supaya bisa lebih semangat nggarap Tugas Akhir nya
Kalimantan...
Aku akan datang menemuimu
Nantikan kedatangan kami

alergi apa ya???

Lebih dari dua minggu sudah
keluar di malam hari menjadi hal yang cukup ku hindari
Gimana enggak,
Setiap aku keluar di malam hari, entah berburu makanan, jalan- atau sekedar nongkrong di balkon kos-kosan
Kaki dan tanganku serta sebagian badanku langsung bereaksi
Bentol-bentol merah, besar-besar dan teramat gatal
Terang saja aku tak kuasa untuk tidak menggaruknya
Apalagi selama bulan ramadhan ini
Shalat tarawihku jadi terganggu gara-gara gatelen
Yach, mungkin saja aku sedang diuji kekhusyukan sholatku
Tapi...kayaknya sih gak lolos ujian
Abiz gak tahan sih, he.he...
Kata dokter di puskesmas, mungkin alergi kena angin malam
Kalo kata adik kostku
Mungkin aku alergi mandi sore, ha.ha.ha...
Ada-ada saja
Memangnya aku golongan GAM alias Genk Anti Mandi...
Tapi ya sudahlah,
Lama-lama aku menikmatinya
Keluar malam???
Siapa takut???

Thursday, 7 August 2008

Piknik Math ‘04

Sabtu lalu tepatnya 19 Juli 2008 anak-anak math reg 04 akhirnya piknik bareng untuk pertama kalinya setelah empat tahun lamanya kita duduk dibangku kuliah. Piknik ke pantai Baron Kukup Krakal n malioboro ini sudah dipersiapkan sejak sebulan yang lalu. Dengan kerja keras dari panitia kecil yang dipilih secara ‘asal’ acara ini terlaksana juga.

Kumpul pagi-pagi jam 05.30 di GSG (Gedung Serba Guna), aku pun bangun gasik agar bisa datang tepat waktu. Jam 05.30 tet aku sampai di GSG. Dugaanku sangat tepat, belum ada satu orang pun teman-teman yang sudah datang. Ya sudahlah… aku pun sedikit melakukan gerak pemanasan sambil menanti kedatangan mereka, teman-temanku tercinta. Sebenarnya badanku rasanya gak karuan, sudah tiga hari ini aku sering muntah-muntah dan tadi malam ternyata tamu ku datang, jadilah badanku seperti kejatuhan batu-batu besar, remuk redam…Ah, tapi itu tidak melunturkan semangat piknik ku bersama teman-teman.

Jam 06.30 bis kami berangkat dari GSG, bis Sumber Alam sit 35 dengan bapak supir dan mas kondektur yang baik hati mengantarkan kami ber-36 menuju pantai BKK n malioboro. Aku senang sekali bisa makan bareng , bercanda tawa bersama teman-teman. Berhubung perjalanan cukup lama, maka kita adakan acara di dalam bis. Ada penobatan miss n mr. paling cerewet, cool, pinter, modis, de el el..Ada acara tuker kadonya juga lho. .aku dapat kipas….asyik…ini nih yang paling asyik, kita launching Wedding Trophy Math Reg 04. Jadi tropi ini akan diperebutkan secara bergilir oleh teman-teman yang menikah nantinya. Awalnya teman-teman gak percaya tropi ini bakalan bener-bener dibuat, eh ternyata emang bener jadi.he.he..

Tapi sayang games nya gak jadi, soalnya waktunya gak cukup n teman-teman udah keburu pengen nyebur aja ke pantai.hee..

Ugh, panasnya…sampai dipantai udah tengah hari men, matahari lagi senang-senangnya bertengger di atas kepala. Eh, tapi kok malah dingin…aneh ya. Baron n Kukup memang indah dan asyik buat dinikmati. Busyet…ada bule lokal lagi berjemur. Mas Fatkhur merem ya… he.he..

Di pantai kita asyik foto bareng dengan pose andalannya masing-masing n gayanya yang narsis abis.Ada juga yang dapet binatang laut, apa namanya ya…emmm…kerang kali. Nah pulangnya kita beli oleh-oleh. Ada yang beli tirai dari kulit kerang, ada yang beli pernak-pernik dari kerang, ada juga yang beli pakaian dalam.he..he..n yang pling penting hampir semuanya nyicipin peyek udang n peyek undur-undur,geli…hi..hi..

Jam empat sore tim jelajah matematik melanjutkan perjalanan menuju malioboro. Akhirnya jam 9 malam tim jelajah matematik bertolak menuju semarang, dan mimpi indah di rumah dan kost masing2, seharian kami sudah sangat merindukannya...

Wednesday, 16 July 2008

DoNor daRaH pertamaku, seru....

Hari ini (15/07) adalah donor darah pertama ku. Awalnya aku iseng aja menimbang berat badanku, ku pikir pasti sama sperti biasa hanya berkisar 41-42 kg. Ternyata kali ini tidak, berat badanku 45 kg. Entah betul atau tidak timbangannya. Aku pun mencoba memberanikan diri untuk mendonorkan darhku. Setelah diperiksa tensi dan Hb ku bagus, aku pun diizinkan untuk mendonorkan darahku. Aku sungguh kaget, antara senang dan takut. Selama bertahun-tahun aku tak memenuhi syarat untuk jadi pendonor, kali ini aku lolos seleksi…(kayak audisi aja, hee..), aku senang sekali. Tapi… aku takut sekali sama yang namanya jarum, aku takut disuntik atau diambil darahku. Saat tiba giliranku, maka gemetarlah seluruh badanku melihat jarum yang akan menusukku. Tangan kakiku pun berubah menjadi dingin…Untung aja sama teman-teman KSR, mereka memberiku support, meskipun banyak juga yang menakut-nakutiku. Ternyata tidak sakit ya…tapi tetap saja aku takut untuk memulainya. Padahal setelah dijalani gak kerasa apa-apa lho. Tau-tau udah selesai aja…

Alhamdulillah…akhirnya aku bisa donor. PKM tembalang dan anak-anak KSR tuh saksinya, sama mas nya juga yang ngambil darahku, he..he... Horeee…..

WaNita RaCun duNia???

Ironis sekali, lagu yang dibawakan salah satu kelompok penyanyi indonesia ini secara tidak disadari sebenarnya merupakan salah satu bentuk pelecehan terhadap kaum wanita, namun sayangnya gembar-gembor menentang pelecehan terhadap wanita sama sekali tidak terdengar malah justru para wanita mendominasi jumlah penggemar dari lagu ini. Mereka pun menyanyikannya dengan girang seolah-olah sedang mengejek diri sendiri.

Sebagai seorang wanita, aku merasa harga diriku sedang diinjak-injak bilamana mendengar lagu itu. Mana mungkin aku mau menyanyikannya. Lihat saja, dimana-mana lagu itu ramai dilantunkan. Anak-anak kecil pun seperti tidak memiliki pilihan lain, mereka ikut-ikutan menyanyikannya tanpa tahu makna bait demi bait dari syair lagu yang mereka nyanyikan. Yang penting asyik…lagunya seru…Itu alasan dari sebagian mereka.Itu karena setiap hari mereka disuguhi lagu-lagu yang semestinya bukan untuk mereka. Mereka masih terlalu kecil untuk mendengarkan lagu-lagu orang dewasa yang justru tidak dewasa. Semestinya mereka menikmati lagu anak-anak yang dulu pernah dibawakan oleh para penyanyi cilik kita. Tasya, Joshua, Trio Kwek-kwek , lagu-lagu mereka lah yang semestinya mereka bawakan. Jangankan lagu-lagu anak yang ciptaan para komposer ternama zaman dahulu, lagu anak modern saja mereka hampir tidak pernah mendengarnya. Telinga mereka jadi terbiasa mendengarkan, bibir mereka jadi terbiasa menyaksikan lagu-lagu orang dewasa yang katro. Anak-anak senang mengikuti kebiasaan orang dewasa, lama-kelamaan itupun akan menjadi kebiasaan mereka. Apa yang menjadi kebiasaan kita biasanya maka itulah yang akan lekat di pikiran kita. Lalu bagaimana dengan anak-anak yang terbiasa menyanyikan lagu “Wanita Racun Dunia” ? Tidakkah kita lantas tercenung dan berpikir manakala telah terpatri dalam pikiran mereka bahwa wanita adalah racun dunia???Lalu bagaimana dengan ibu yang telah mengandung dan melahirkan kita? Bagaimana dengan saudari-saudari kita??? Bukankah mereka juga wanita???Bila mereka adalah RACUN, lalu apakah kita yang dilahirkan oleh racun???Bukankah berarti kita tidak berbeda dengan mereka, kita juga RACUN, RACUN DUNIA. Jika seperti itu jadinya, lalu bagaimanakah dengan Islam yang mengajarkan bahwa Wanita sebagai Tiang Negara?Bila para wanitanya baik maka baiklah negaranya, dan bila para wanitanya tidak baik maka hancurlah negaranya. Bila wanita adalah racun dunia, maka…..


Sungguh sangat menyedihkan. Para wanita justru diam saja ketika harga dirinya diinjak-injak. Banyak yang menganggap hal itu biasa saja. Itu karena mereka telah terbiasa mendengar dan menyaksikan hal-hal yang melecehkan kaum wanita. Pantas saja di negeri ini tak kunjung usai terjadi kasus-kasus perampasan hak-hak wanita. Semoga kita semua tersadar...


Bahagianya aku...

Baru seminggu yang lalu aku mendapat teman baru, sekarang lagi-lagi aku merasakan begitu besar kasih sayang-Nya kepadaku. Tahukah teman-teman apa yang membuatku saat ini begitu bahagia?

Saat itu aku mengajukan judul untuk tugas akhir ku kepada dosen pembimbingku. Alhamdulillah beliau menyetujuinya. Bukan hanya itu, bahkan tema yang aku ajukan itu ternyata menjadi sumber inspirasi bagi dosenku untuk menjadikannya sebagai tema proyek penelitian dosen, Hibah A2, yang akan beliau ajukan ke Dikti.

Beberapa lama langkahku dalam mengerjakan tugas akhir sempat terhenti, karena permintaan beliau untuk menunggu hasil proposal yang beliau ajukan, lolos atau tidak. Dan sekarang, tepatnya seminggu yang lalu setelah tiga minggu lamanya aku dan teman-temanku menunggu, akhirnya kabar tentang keputusan itu datang. Ya, proposalnya lolos. Penelitian kami mendapat dana 30 juta rupiah dari Dikti. Meskipun rabatnya 50% untuk jurusan, tapi kami tetap bersyukur. Paling tidak aku dan teman-teman sudah sangat cukup terbantu karena Insya Allah TA kami gRaTiS…Amin. Mudah-mudahan betul ya.

Selain itu, kami jadi tertuntut untuk secepatnya menyelesaikan TA agar dapat memenuhi target dari penelitian yang diajukan. Insya Allah akhir tahun ini kami harus sudah menyelesaikannya. Dan itu artinya, targetku untuk lulus tahun ini Insya Allah akan terpenuhi. Amin…

Semestinya tulisan ini di posting awal bulan juni lalu, namun baru bisa ditampilkan hari ini

Friday, 13 June 2008

Aku dan teman baruku

S

egala puji bagi Allah yang telah melimpahkan rizki-Nya kepada hamba-Nya.

Akhirnya komputer itu bertengger di kamarku, tepatnya tanggal 29 Mei lalu. Setelah beberapa hari terakhir menjelang kehadiran teman baruku itu, aku tidak bisa tidur dan tidak nafsu makan karena selalu berdebar-debar menanti kedatangannya. Percis seperti seorang yang sedang menanti kedatangan sang kekasih yang lama nian dinanti. Ciee…

Kuharap teman baruku ini bisa membantuku dalam berkarya.

Wednesday, 11 June 2008

Anak-anak Jalanan dan HIV AIDS

“Si Budi kecil kuyup menggigil, menahan dingin tanpa jas hujan. Di simpang jalan Tugu Pancoran, tunggu pembeli jajakan koran.....”


Petikan lirik lagu di atas mengajak kita untuk dapat merasakan kehidupan anak-anak jalanan. Budi yang dipaksa oleh zaman untuk merelakan waktu bermainnya. Budi melewatkan masa-masa yang semestinya bersenang-senang dengan teman-teman sebaya dan keluarga mereka, saat seperti anak-anak lain yang bisa duduk manis mengerjakan tugas-tugas sekolah sambil menikmati hidangan.

Sebuah potret kehidupan anak-anak jalanan yang sugguh sangat ironis seringkali kita lihat. Mereka adalah salah satu korban kejamnya dunia. Mereka dipaksa untuk menghadapi kerasnya kehidupan kota yang semestinya bukan untuk dihadapi anak sesusia mereka. Pendidikan yang layak tak pernah bisa mereka dapatkan. Bagi mereka, setiap detik waktu adalah untuk mencari uang demi mengisi kekosongan perut. Hanya fisik, keberanian dan sedikit ”otak” yang digunakan untuk mempertahankan hidup bagi sebagian mereka.

Minimnya pendidikan yang mereka kecam seringkali menjerumuskan mereka ke dalam lembah kenistaan, dengan melakukan tindakan-tindakan amoral. Narkoba dan seks bebas terkadang sudah menjadi hal biasa bagi sebagian anak-anak jalanan itu. Kepolosan mereka terkadang berubah menjadi keberingasan. Ditambah ”suntikan-suntikan” dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan fenomena nyata yang mereka saksikan sendiri di kehidupan jalanan, membuat mereka ikut melakukan perbuatan asusila itu. Seks bebas di kalangan anak-anak jalanan kini bahkan sudah menjadi pemandangan umum di kota-kota besar.

Penularan HIV/AIDS di kalangan mereka melalui seks bebas dan narkoba adalah sebuah ancaman yang sudah terjadi dan harus segera kita atasi. Dalam usia produktif seperti mereka memang rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif. Bila tidak segera ditangani, maka bangsa ini akan kehilangan banyak generasi muda penerus bangsa seperti mereka yang sesungguhnya memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dimanfaatkan untuk membangun bangsa ini.

HIV/AIDS memang momok yang menakutkan, tapi bukan untuk dibiarkan. HIV/AIDS akan menggerogoti tidak hanya fisik melainkan juga mental anak-anak bangsa. Mereka yang sudah terkena harus segera ditindaklanjuti. Sebagai warga terpelajar, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk membimbing dan mengarahkan mereka agar dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat. Sama halnya bagi mereka yang masih bersih dari narkoba maupun HIV/AIDS, pendidikan yang layak perlu diberikan untuk menuju kehidupan yang lebih baik bagi mereka. Dukungan dan motivasi bagi mereka untuk terus maju dan berkembang agar nantinya bisa keluar dari kehidupan jalanan sangat perlu kita berikan. Tidak hanya pemerintah, melainkan itu semua adalah menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat sebagai warga terpelajar dan beragama. Semoga tidaka akan ada lagi Budi-Budi lain yang terjerumus dalam kenistaan melainkan akan lahir Budi-Budi yang cerdas, sehat dan berakhlak mulia.


Thursday, 29 May 2008

oNe Day SpiRiTuaL MoTiVatioN

Aku terisak...
Hatiku bergetar...
Ketika sang trainer melancarkan renungan-renungan indahnya di layar putih itu
Suara takbir dikumandangkan dengan lantang,
Mengobarkan semangat juang

Lantunan Istighfar penuh khidmat, khusyuk, dengan kepasrahan diri yang luar biasa kepada-Nya, memohon ampunan-Nya...
Atas segala khilaf dan dosa...
Diri ini terlalu hina dan papa dihadapan-Nya
Tapi tak tahu malu,
Hanya bisa terpaku...
Terlalu jauh aku dari-Mu Ya Allah...
Terlalu jauh aku dari Rasul-Mu...
Terlalu rindu aku kepada-Mu,kepada Rasul-Mu...

"Rindu kami padamu, Ya Rasul
Rindu tiada terperi
Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini

Cinta Ikhlasmu pada Manusia
Bagai Cahaya surga
Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja"

Petikan syair yang begitu indah
Mengalirkan derasnya cucuran air mata
Air mata dari seorang hamba yang hina
Berlumur dosa
Yang tak asing melupakan cintanya kepada sang Ilahi
Kepada sang pembawa risalah

Tuhan...
Ku mohon dengan sepenuh hati kepada-Mu
Limapahkanlah selalu ampunan-Mu, cinta-Mu, rahmat-Mu dan Ridho-Mu
Kepada kami
Kepada diri ini
Kepada keluarga ini
Kepada bangsa ini

Amin...

tak sabar menanti...

Aku tidak pernah menyangka, sebentar lagi barang hebat itu akan nongkrong di kamarku. Yach, komputer. Sungguh anugerah yang luar biasa untukku. Memang bukan untuk kumiliki, tapi setidaknya debut pertama benda itu ada di tanganku. Yach, sampai aku lulus nanti baru kemudian benda itu akan diwariskan oleh adik-adikku. Subhanallah, rasanya aku sudah tak sabar menanti kehadirannya. Esok atau lusa, hanya tinggal menunggu hari. Insya Allah aku akan lebih semangat menyelesaikan kuliahku, akan kuberikan yang terbaik untuk keluargaku. Terima kasih kakak-kakakku yang baik, atas segenap perhatian dan kasih sayang kalian untuk kami khususnya adik-adikmu ini. Alhamdulillah...

Friday, 9 May 2008

Aku merasa sungguh beruntung. Hidupku boleh dibilang cukup, terbukti aku tidak pernah merasa kekurangan. Meski tidak semua kebutuhan ku bisa terpenuhi tapi aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku selalu yakin Allah bersamaku. Allah Maha Segalanya maka Allah akan mencukupiku. Rasa syukur yang tiada terkira selalu kupanjatkan untuk-Nya. Allah selalu memberikan apa yang kubutuhkan, bukan yang ku inginkan.
Akhir bulan lalu aku benar-benar terhimpit masalah keuangan. Memang saat itu aku sedang banyak-banyaknya pengeluaran untuk kebutuhan Tugas Akhirku dan seabrek kegiatanku. Belum lagi dalam sebulan kemarin aku bahkan sampai tiga kali keluar kota untuk suatu keperluan. Selama ini aku memang hanya mengandalkan beasiswa bulanan dari orangtuaku ditambah sedikit tabunganku yang kusisihkan sedikit demi sedikit dari beasiswa itu. Biasanya aku juga sedikit menjual ilmuku untuk mengajar les privat. Paling tidak dua kali seminggu jadwalku mengajar. Tidak seberapa memang yang aku dapatkan, karena memang aku tidak memasang tarif, tapi setidaknya bisa membantu menutupi kekuranganku setiap bulannya. Namun sejak KKN kemarin aku vakum mengajar.

Tahukah apa yang membuatku benar-benar merasakan kebesaran-Nya???
Minggu ketiga bulan lalu aku benar-benar sudah tidak mempunyai uang sepeser pun, hanya tinggal sedikit yang tersisa dari tabunganku. Tapi Allah telah menunjukkan bahwa Dia memang sebaik-baik penolong. Saat aku bingung bagaimana aku harus membaya ongkos angkot ke kampus setiap harinya, tiba-tiba aku diamanahi mba kosku untuk menjaga dan menggunakan motornya sampai ia kembali selama dua minggu lamanya. Itu berarti aku tidak perlu khawatir tidak bisa ke kampus. Lalu saat aku sedang perlu mencari referensi ke warnet, aku pun mendapat voucher nge-net gratis dari temenku. Saat aku butuh pulsa untuk komunikasi, ibu ternyata mengirimkan pulsa sebagai traktiran ibu karena habis ulang tahunnya. Subhanallah...luar biasa
Allah tidak pernah tidur, Dia tahu kapan umat-Nya sedang dalam kesulitan maka Dia membantu umat-Nya keluar dari kesulitan itu.